Showing posts with label wasiat. Show all posts
Showing posts with label wasiat. Show all posts

Saturday, March 18, 2017

Ibu

Seorang Ibu Meminjam Uang Kepada Anaknyan Yang Mapan, Namun Jawaban Anaknya... - Kali ini Blogsteguh akan Share cerita Inspirasi yang saya dapatkan dari facebook ya UCers. Kasih Ibu tak akan ternilai dengan harta begitulah pepatah yang selalu kita baca selama ini. Memang benar sosok Ibu merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam hidup seorang anak beliau rela melakukan hal apapun demi melihat anak yang di lahirkannya hidup lebih bahagia dari pada dirinya. Ketika sang anak sudah menjadi sukses, sosok ibulah yang paling pertama berbahagia dan terkadang meskipun beliau tau kalaua anaknya telah bahagia dan bergelimang harta ia masih ragu untuk meminta belas kasihan dari sang anak seperti kisah di bawah ini.



Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.". Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang....Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu". Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.. Semoga Bermanfaat. Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di telepon mu, jadikan ladang pahala dg meberikan ke orang lain..bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah juga hak mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri......
Semoga bermenfa'at bagi kita semua....
Begitulah sosok Ibu ya Ucers, sosok paling berpanguruh dari kehidupan kita.. yang mendidik kita hingga dewasa.. dan yang pasti jika kita telah dewasa dan mampu segalanya janganlah sesekali kita mengecewakan sang ibu. Terima kasih telah membaca ya.
Smber :http://c.uctalks.ucweb.com

Monday, July 29, 2013

ABU YAZID AL BUSTHAMI – RAJA PARA MISTIK

Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthami, lahir di Bustham terletak di bagian timur Laut Persi. Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau merupakan salah seorang Sulton Aulia, yang juga sebagai salah satu Syeikh yang ada dalam silsilah dalam thoriqoh Sadziliyah dan beberapa thoriqoh yang lain. Kakek Abu Yazid merupakan penganut agama Zoroaster. Ayahnya adalah salah satu di antara orang-orang terkemuka di Bustham.
Kehidupan Abu Yazid yang luar biasa bermula sejak ia masih berada dalam kandungan. “Setiap kali aku menyuap makanan yang kuragukan kehalalannya”, ibunya sering berkata pada Abu Yazid, “engkau yang masih berada didalam rahimku memberontak dan tidak mau berhenti sebelum makanan itu kumuntahkan kembali”. Pernyataan itu dibenarkan oleh Abu Yazid sendiri. Setelah sampai waktunya, si ibu mengirim Abu Yazid ke sekolah untuk mempelajari Al Qur-an. Pada suatu hari gurunya menerangkan arti satu ayat dari surat Luqman yang berbunyi, “Berterima kasihlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu”.
Ayat ini sangat menggetarkan hati Abu Yazid, ia lalu meletakkan batu tulisnya dan berkata kepada gurunya, “ijinkanlah aku pulang, ada yang hendak kukatakan pada ibuku”. Si guru memberi ijin, Abu Yazid lalu pulang kerumah. Ibunya menyambut dengan kata-kata,”Thoifur, mengapa engkau sudah pulang ? Apakah engkau mendapat hadiah atau adakah sesuatu kejadian istimewa ?”. “Tidak” jawab Abu Yazid, “Pelajaranku sampai pada ayat dimana Allah memerintahkan agar aku berbakti kepada-Nya dan kepada engkau wahai ibu. Tetapi aku tak dapat mengurus dua rumah dalam waktu yang bersamaan. Ayat ini sangat menyusahkan hatiku. Maka wahai ibu, mintalah diriku ini kepada Allah sehingga aku menjadi milikmu seorang atau serahkanlah aku kepada Allah semata sehingga aku dapat hidup untuk Dia semata”. “Anakku” jawab ibunya, “aku serahkan engkau kepada Allah dan kubebaskan engkau dari semua kewajibanmu terhadapku. Pergilah engkau menjadi hamba Allah.

Sunday, July 7, 2013

10 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Fatimah Putrinya

10 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Fatimah Putrinya | Rasulullah SAW memang sangat sayang kepada putri bungsunya ini, Fatimah. Sehingga dalam beberapa kesempatan, waktu beliau dihabiskan bersama Fatimah. Ketika sudah berumah tangga dengan Ali pun, Rasulullah masih sering mengunjunginya. Bahkan beliau sering memberi nasehat berkaitan dengan kehidupan rumah tangga.

Inilah beberapa diantara wasiat Rasulullah SAW buat Fatimah:

1. Ya Fatimah, wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya pasti Allah akan mengatur kebaikan baginya dari setiap biji tepung, melenyapkan keburukan dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fatimah, wanita yang berkeringat ketika menggiling tepung (memasak makanan) untuk suami dan anak-anaknya niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.
3. Ya Fatimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisir dan mencuci pakaiannya melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang telanjang.

4. Ya Fatimah, tiadalah wanita yang tidak memberikan bantuan kepada tetangganya, melainkan Allah akan menghalanginya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat kelak.

5. Ya Fatimah, yang lebih utama dari segala keutamaan adalah keridhaan suami terhadap istri. Andai suami tidak reda kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu, ketahuilah wahai Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fatimah, ketika wanita mengandung maka malaikat memohonkan ampunan baginya dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta menghilangkan seribu keburukan. Ketika wanita merasa sakit untuk melahirkan Allah menetapklan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya maka bersihlah dosa-dosanya seperti saat dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Jika meninggal ketika melahirkan maka dia tidak membawa dosa sedikitpun. Baca juga artikel ini.
7. Ya Fatimah tidaklah wanita yang tersenyum di hadapam suaminya melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
8. Ya Fatimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur suaminya dengan rasa senang hati melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya dan Allah mengampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang.

9. Ya Fatimah tidaklah wanita yang melayani suaminya selama sehari semalam dengan senang hati dan ikhlas melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupaya pakaian yang serba hijau dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah memberikan pahala kepadanya pahala seratus kali beribadah haii dan umrah.
10. Ya Fatimah, tidaklah wanita yang meminyakkan kepala suaminya dan menyikatkanya, meminyakkan jenggot serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah mempermudah sakaratul maut baginya serta kuburnya menjadi bagian taman-taman surga. Allah membebaskannya dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustakim dengan mudah.
Sumber: siti fatimah

Perhatikan ! , Wasiat Rasulullah SAW Untuk Kaum Muslimin di Akhir Zaman

Dari Ma’qil bin Yasar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Beribadahlah pada waktu terjadi al Haraj (pembunuhan) seperti hijrah ke saya.” (HR Muslim, Turmudzi, dan Ibnu Majah)

Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata, “ Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW.” (HR Bukhari dan Turmudzi)

Dari Tsauban ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya yang paling aku takuti dari umatku adalah para pemimpin yang sesat. Jika meletakkan pedang pada umatku, ia tidak akan mengangkatnya sampai hari kiamat.” (HR Abu daud dan Ibnu Majah)
lanjut ...